Minggu, 14 April 2019

Array
- Sebuah tipe data bentukan yang terdiri dari sejumlah komponen dengan tipe yang sama.
- Berfungsi untuk menyimpan nilai pada suatu variabel yang memiliki tipe data yang sama.
- Konsep array adalah menyimpan setiap nilai ke dalam tiap blok yang disebut indeks.
- Setiap indeks dimulai dari 0 dan seterusnya. 
- Deklarasi umum array adalah Tipe_data  nama_variabel[jumlah_Indeks];
 
Contoh:

int nilai [5]; // jumlah indeks dapat tidak ditulis meskipun belum diinisialisasi.
String [] nilai = new String[5]; // harus ditulis jumlah indeks jika belum diinisialisasi

Note:
Jumlah indeks dapat ditulis ataupun tidak ditulis.
Jumlah indeks berarti menentukan batas maksimal untuk menyimpan nilai ke dalam setiap indeks.
Tanpa penulisan jumlah indeks, jumlah indeks menjadi dinamis (bergantung kepada jumlah nilai yang tersimpan).

Contoh Inisialisasi Array
int nilai[] = {7,8,9,10,6};
String [] nilai1 = new String[]{"1","2"};

Penerapan Array

Contoh program:


Array Multidimensi

- Bentuk Kompleks dari Array.
- Pengaksesan nilai dalam array menggunakan indeks baris dan kolom.
- Bentuk deklarasinya : variable[][]
- Utamanya digunakan untuk operasi Matriks.
 Contoh program:


Blok Eksepsi

- Merupakan keadaan tidak normal (abnormal) saat program tersebut dijalankan.
- Ketika terjadi suatu eksepsi, maka dibutuhkan suatu objek tertentu untuk penanganan eksepsi tersebut.
- Terdapat beberapa metode untuk penanganan Eksepsi, yaitu: try…catch, throw, throws dan finally.


Metode untuk penanganan Eksepsi

Try…Catch
- Bentuk dasar penanganan sebuah kondisi abnormal dari program.
- Ketika terjadi satu eksepsi, maka blok catch akan “menangkapnya“ tanpa menghentikan program.
- Jika tidak terjadi suatu eksepsi, maka blok try yang akan dijalankan.
 Contoh program:



Throw
- Throw digunakan secara eksplisit untuk melemparkan suatu kondisi.
- Aliran eksekusi akan segera terhenti apabila telah mencapai pernyataan throw.
- Throw dibuat secara manual oleh programmer yang artinya kita dapat menentukan kapan kondisi throw terjadi.
 Contoh program:



Throws
- Solusi apabila sebuah method dapat menyebabkan terjadinya eksepsi, namun tidak dapat “menangkapnya”.
- Method lain dibuat untuk menangkap eksepsi tersebut.
 Contoh program:


Finally
- Kondisi Finally akan dieksekusi, meskipun tidak terjadi suatu eksepsi.
Contoh program:






Perulangan
- Sebuah metode untuk mengeksekusi perintah secara berulang.
- Perulangan akan terus dieksekusi secara terus menerus ketika kondisinya TRUE.
- Digunakan terutama untuk melakukan pemanggilan data pada Basisdata.
- Memiliki 3 jenis penulisan: For, While, Do…While
- Dalam pemrograman, terbagi menjadi 2 jenis : Counted Loop & Uncounted Loop.

Jenis Perulangan
1. Counted Loop : Jenis perulangan yang telah ditentukan (batasnya) dan terhitung.
Contoh Counted Loop : For dan For…Each (Memunculkan Nilai Array).
 
2. Uncounted Loop :  Jenis perulangan yang tidak memiliki batas perulangan yang jelas. Perulangan akan terus dilakukan selama kondisinya TRUE.
Contoh Uncounted Loop : While dan Do…While

Perulangan (For)
- Perulangan yang umum digunakan untuk menampilkan data Array.
- Pengecekan kondisinya dilakukan SEBELUM perulangan dimulai.
- Selain kondisinya yang telah ditentukan, jumlah perhitungannya (Increement/Decreement) juga dilakukan sebelum perulangan dilakukan.

for (nilai awal; kondisi; perhitungan){
            blok yang akan diulang
}


 Contoh program:









Perulangan (While)
- Merupakan bentuk lain dari perulangan yang merupakan salah satu jenis Uncounted Loop.
- Perhitungan dilakukan SAAT perulangan. Sedangkan pengecekan kondisi dilakukan SEBELUM perulangan.
- Digunakan juga untuk menampilkan data pada basisdata.

while (kondisi){
            blok yang akan diulangi
            perhitungan;
}

Contoh program:
Perulangan (While -> Counted Loop)


 
 










Perulangan Do…While
- Hampir sama dengan perulangan pada while.
- Perbedaannya terletak pada pengecekan kondisi. Pengecekan kondisi dilakukan setelah perulangan. - Hal ini berarti, perulangan akan dilakukan terlebih dahulu baru setelahnya dicek kondisinya.

do{
            blok yang akan diulang
            perhitungan
} while(kondisi)

Contoh program:
Perulangan (Do…While -> Uncounted Loop)



















Perulangan (Do…While -> Counted Loop)


Konsep dari sebuah percabangan dalam suatu program yaitu:
  • Berfungsi Untuk Menampilkan Kondisi Tertentu (True Atau False) Atau Ekspresi.
  • Penggunaan Operator Perbandingan Dan Operator Logika.
  • Penggunaannya Dapat Digabungkan Dengan Perulangan.

Jenis Percabangan
1. IF
2. IF…ELSE…
3. IF Bersarang (IF-NESTED)
4. SWITCH…CASE

Tingkat Kesulitan Jenis Percabangan

IF Tunggal
  • Merupakan bentuk sederhana dari percabangan.
  • Statement yang akan dieksekusi adalah yang bernilai TRUE.
  • Apabila kondisi bernilai FALSE, maka program tidak akan menampilkan statement apapun.

IF ( kondisi ){
Statement..
}

Contoh program:









IF…ELSE
  • Memiliki sedikit perbedaan dengan IF Tunggal.
  • Jika pada IF Tunggal, statement akan dijalankan apabila kondisi TRUE saja, namun jika tidak (FALSE), maka statement tidak akan dijalankan.
  • Statement pada IF…ELSE bernilai TRUE dan FALSE. Jika bernilai TRUE, maka statement yang dieksekusi adalah IF sedangkan ELSE akan dieksekusi ketika kondisi bernilai FALSE.

IF (Kondisi){
STATEMENT TRUE
} ELSE {
STATEMENT FALSE
}

Contoh program:











IF-NESTED (IF BERSARANG)
  • IF-NESTED merupakan bentuk IF yang kompleks dari IF dan IF…ELSE
  • Secara teori, IF-NESTED digunakan untuk mengeksekusi beberapa kondisi di dalam kondisi atau beberapa kondisi yang nilainya TRUE.
  • Statement yang bernilai FALSE, dapat ditulis maupun tidak. Kondisi FALSE akan dijalankan jika beberapa kondisi TRUE tidak dieksekusi.

IF (KONDISI 1) {
IF (KONDISI 1.1){
STATEMENT 1.1
}
} ELSE IF (KONDISI 2){
IF (KONDISI 2.1){
STATEMENT 2.1
}
} ELSE {
STATEMENT
}

Contoh program: 



















SWITCH…CASE
  • Merupakan kemungkinan penyataan yang akan dieksekusi.
  • Hanya bekerja pada tipe data primitif (SWITCH).
SWITCH(){
CASE NILAI :
STATEMENT
BREAK
CASE N:
STATEMENT N
BREAK
DEFAULT:
STATEMENT
BREAK;
}

Contoh program:


















Perbedaan Setiap Jenis Percabangan



Senin, 08 April 2019

A. Tipe Data
Tipe data merupakan sebuah pendeklarasian yang digunakan untuk menyimpan bilangan atau karakter. Tipe data tidak terlepas dari yang namanya variabel. Variabel adalah sebuah pengenal yang mewakili suatu nilai tertentu dalam program.
Tipe Data terbagi menjadi 3:
1. Tipe data numerik, merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan bilangan bulat, mulai bilangan positif, negatif atau keduanya. Contoh tipe data numerik: int, long. 
2. Tipe data karakter, merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan karakter berupa kata (string), karakter. Contoh tipe data karakter : string, char. 
3. Tipe data logika atau boolen, merupakan bentuk ekspresi dari perbandingan. Tipe data boolean ditulis dengan bool. Tipe data ini hanya bernilai True (1) atau False (0) dan secara default bernilai 1.

Tipe data primitive, merupakan tipe data yang telah tersedia pada library/file header tertentu, misalnya : int, char, string, dll. 

Tipe data modifier, merupakan tipe data yang dapat memanipulasi tipe data primitif dalam hal rentang dan ukuran memori yang digunakan. Macam-macam tipe data modifier:
  • Signed : Memungkinkan bilangan yang tersimpan menjadi postif dan negatif.
  • Unsigned : Memungkinkan bilangan yang tersimpan menjadi positif saja.
  • Short : Untuk mengecilkan jumlah memori yang digunakan.
  • Long : Untuk membesarkan memori yang digunakan

Tabel Tipe Data


Sumber : https://www.geeksforgeeks.org/c-data-types/

     B. Operator
Operator merupakan simbol-simbol khusus yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika maupun perbandingan. Beberapa operator yang sering digunakan:
1. Assignment Operators, berfungsi untuk memberikan nilai pada sebuah variabel. Assignment Operators disimbolkan dengan tanda = (sama dengan). Contoh penggunaan string nama = “Risma”;
2. Arithmetic Operators, digunakan untuk melakukan operasi aritmatika. Arithmetic Operators disimbolkan dengan * (kali), / (bagi), + (penjumlahan), - (pengurangan). Contoh penggunaan:   
int hasil; 
int angka_1 = 0;  
int angka_2 = 3; 
hasil = angka_1 + angka_2;

3. Compound Assignment, berfungsi untuk melakukan modifikasi terhadap nilai dari suatu variabel tanpa harus mendeklarasikan nilai variabel kedua. Tabel Compound Assigment:
    4. Increment atau decrement, berfungsi untuk meningkatkan atau mengurangi nilai dalam variabel. Operator ini biasanya digunakan dalam perulangan. Pendeklarasiannya yaitu ada pre-increment akan menambahkan nilai 1 sebelum operasi lain dijalankan dan post-increment akan menambahkan 1 nilai sesudah proses lain dijalankan. Contoh : angka++; (artinya = angka + 1).
    5. Relational and Comparation Operators, digunakan untuk membandingkan kondisi nilai dari variabel. Tabel:

    6. Logical Operators, digunakan untuk membandingkan 2 nilai variabel atau lebih. Tabel:
    Contoh penggunaan :
    ( (5 == 5) && (3 > 6) ) // Hasil = false, karena ( true && false )
    ( (5 == 5) || (3 > 6) ) // Hasil = true, karena ( true || false )







    Mengenai Saya

    Foto saya
    Purworejo, Indonesia
    Mahasiswa Prodi Teknologi Informasi UM Purworejo

    Wikipedia

    Hasil penelusuran

    Popular Posts